“Life is an awful, ugly place to not have a best friend”

Sarah Dessen

pasar kembang surabaya 

Tags: canonet

Menjual Kehidupan

the benevolence of a nations reflects on how they treat their animals

                                                                    - Mahatma Gandhi

Saya selalu merasa sedih bila berkunjung ke sebuah pasar hewan, sepertinya inilah sisi gelap manusia yang terpampang dengan jelas dan tidak ada seorangpun mengedipkan mata. Bagaimana seekor makhluk yang diciptakan oleh Tuhan, dihargai dari warna bulu, bagaimana dia bersuara .

Merindukan dunia dimana tidak ada lagi makhluk yang terkurung dan tersiksa hanya untuk kesenangan makhluk yang lain .


may we have mercy for our sins






gambar diambil di pasar hewan kupang Surabaya

nikon N90s , 35 mm f1.8


Pasar gembong Surabaya

Nusa lembongan

Pulau nusa lembongan terletak di sebelah timur pulau Bali, hanya 30 menit dengan menaiki fast boat. Kita bisa naik dari pantai sanur yang sudah padat oleh wisatawan. Pulau ini dikenal sebagai penghasil rumput laut yg kemudian diekspor ke Jepang. Pantai yang indah dan pasir yang putih akan menyapa bila kita memasuki pulau ini, penduduk yang ramah juga merupakan bagian dari pulau ini.
Sangat direkomendasikan bila berwisata ke bali dan ingin melihat sesuatu yang berbeda bila sudah sering ke Bali.

taken with pentax Me

Xr rikenon 35 mm f2.8

The last fisherman

Pada saat musim hujan , nelayan di pantai kenjeran kebanyakan tidak melaut dan sebagian besar menggantungkan hidup dari mengantarkan orang2 yang ingin berwisata naik perahu. 
Pagi ini walau akhir pekan hanya sedikit orang yang mau ke pantai ini , mungkin karena mendung dan memang tidak banyak yang bisa dilakukan di pantai ini .
Pak salim , demikian ia menyebut namanya adalah salah satu nelayan di sini yang tidak bisa melaut karena cuaca . Untuk bertahan ia mengantarkan orang yang ingin naik perahu , tarifnya pun sukarela saja.



 Saya menanyakan mengapa tidak menunggu penumpang di sebelah dermaga yang banyak anak-anak kecil berwisata, ia menggeleng dan mengatakan itu sudah dikuasai orang lain . Ternyata dimanapun memang yang kuat dan mayoritas selalu menekan yang lemah tidak terkecuali disini




" semua ini nantinya akan hilang mas " katanya sambil memandangi laut yang sangat ia cintai , memang di beberapa tempat sudah terlihat pagar-pagar kawat dan juga nama-nama asing perumahan yang akan berdiri . Terlihat juga beberpa alat berat mulai menguruk bibir pantai .
" kalau pantai sudah tidak ada bapak mau kemana ? " tanya saya
" ya tetap disini mas , memang bisa kemana lagi saya ..jawabnya
dan kamipun mulai terdiam lagi dengan pikiran masing-masing
Tempat yang ingin dituju adalah sebuah pulau .. sebenarnya hanya gundukan pasir yang  dangkal walau begitu semua orang menyebutnya pulau pasir mungkin lebih enak didengar daripada gundukan pasir .





setelah beberapa lama saya pun ingin kembali ke pantai , Pak Salim pun dengan sigap kembali mengemudikan perahu . Langit yang berwarna putih sebenarnya tidak terlalu menarik untuk difoto , untunglah saya bukan fotografer landscape .. . jadi apa yang diberikan Yang Kuasa hari ini ya disyukuri saja .
setiba di pantai saya meminta foto portret pak Salim , dengan senang hati ia mengiakan.

The last fisherman

Pada saat musim hujan , nelayan di pantai kenjeran kebanyakan tidak melaut dan sebagian besar menggantungkan hidup dari mengantarkan orang2 yang ingin berwisata naik perahu. 

Pagi ini walau akhir pekan hanya sedikit orang yang mau ke pantai ini , mungkin karena mendung dan memang tidak banyak yang bisa dilakukan di pantai ini .

Pak salim , demikian ia menyebut namanya adalah salah satu nelayan di sini yang tidak bisa melaut karena cuaca . Untuk bertahan ia mengantarkan orang yang ingin naik perahu , tarifnya pun sukarela saja.

pak salim


Saya menanyakan mengapa tidak menunggu penumpang di sebelah dermaga yang banyak anak-anak kecil berwisata, ia menggeleng dan mengatakan itu sudah dikuasai orang lain . Ternyata dimanapun memang yang kuat dan mayoritas selalu menekan yang lemah tidak terkecuali disini

" semua ini nantinya akan hilang mas " katanya sambil memandangi laut yang sangat ia cintai , memang di beberapa tempat sudah terlihat pagar-pagar kawat dan juga nama-nama asing perumahan yang akan berdiri . Terlihat juga beberpa alat berat mulai menguruk bibir pantai .

" kalau pantai sudah tidak ada bapak mau kemana ? " tanya saya

" ya tetap disini mas , memang bisa kemana lagi saya ..jawabnya

dan kamipun mulai terdiam lagi dengan pikiran masing-masing

Tempat yang ingin dituju adalah sebuah pulau .. sebenarnya hanya gundukan pasir yang  dangkal walau begitu semua orang menyebutnya pulau pasir mungkin lebih enak didengar daripada gundukan pasir .

setelah beberapa lama saya pun ingin kembali ke pantai , Pak Salim pun dengan sigap kembali mengemudikan perahu . Langit yang berwarna putih sebenarnya tidak terlalu menarik untuk difoto , untunglah saya bukan fotografer landscape .. . jadi apa yang diberikan Yang Kuasa hari ini ya disyukuri saja .

setiba di pantai saya meminta foto portret pak Salim , dengan senang hati ia mengiakan.

Negeri pekerja

Jalan-jalan di pelabuhan kota gresik sangat menyenangkan, apalagi kalau waktunya pas pagi hari dimana matahari mulai terbit .. ga kayak saya yg kesana pas terik …
Melihat kesibukan pekerja membuat saya sadar disaat kita bersantai di rumah , atau libur akhir pekan masih banyak orang-orang yang harus bekerja keras demi upah yang mungkin tidak sepadan .

Street portrait  In gresik city

Street portrait
In gresik city

Ibu Jumiati dari gresik yang masih setia menenun dengan alat tradisional . Menenun dengan alat tradisional sudah banyak ditinggalkan karena kalah bersaing dengan produksi pabrik yang memakai alat modern .

Tags: indonesian

bravery is not what you do with people behind your back

bravery is what you do without any people around

bloglovin